Sabtu, 19 Juli 2014

Dakwah yang Menyenangkan

         
Berdakwah itu tidak selalu mudah. Seringkali ada cercaan dan makian datang silih berganti. Diperlukan hati yang lapang untuk menerima berbagai reaksi negatif. Sebenarnya ada cara yang cukup ampuh untuk berdakwah. Daaaan, tidak sulit tanpa harus cuap-cuap memberitahu dalil tentang amalan.
            Kali ini tentang jilbab. Sungguh miris sekali ketika melihat penampilan muslimah berjilbab saat ini, banyak sekali yang tidak sesuai aturan. Misalnya menggunakan jilbab mini atau transparan yang tentu sesuai syariat Islam. Dari situ, kami memikirkan cara yang mudah untuk menyampaikan tanpa menyinggung.
            Mulai dari ide berdakwah, kami memutuskan untuk membuat film bertema “Hijrah”. Kenapa malah hijrah bukannya hijab? Karena menurut definisi kami, hijrah itu bergerak. Kami sendiripun masih dalam proses hijrah maka kami mengangkat tema itu. Menurut kami, hijab itu masuk ke dalam proses hijrah.
            Sekitar pertengahan April 2014 kami dari kelas ILIFAT YISC Al-Azhar Angkatan Januari 2014 (Angkatan Al-Fatih)  mengusung ide untuk menggarap Film pendek bertema hijrah, dimana film tersebut menceritakan tentang perjuangan hijrah seorang gadis dan perjuangan dakwah gadis lain. Penulis Skenario ini Resty Puji Octaviani dibantu oleh Teti Srikurniawati. Di film ini kami hanya menggunakan tiga tokoh, satu pemeran utama dan dua pemeran pendukung. Dimana Teti Srikurniawati sebagai pemeran utama. Irene Rahmadinda dan Lobelia Asmaul Husna sebagai pemeran pendukung. Sementara kameramen dan editornya adalah Ibnu Bagus Jati Anggoro dibantu oleh Ginanjar Akbar Wicaksono dan Muhammad Farid serta Jeanitha Tiara sebagai seksi sibuk (hihihi :D)
            Tepat pukul 08:00 WIB kami memutuskan untuk berkumpul di Kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru. Ibnu dan Akbar dengan semangat luar biasanya membawa kamera dari rumah. Resty datang paling pertama sambil mengedit skenario (lagi), kali ini dibantu oleh Ibnu. Nah, bicara skenario... ini bukan naskah yang jadi dalam sekejap, perlu editing berkali-kali dan beberapa orang untuk menjadikan naskah ini luar biasa.
            Film ini menceritakan tentang perjuangan Zee menggunakan jilbab syari. Dimana saat itu ia berteman dengan Vinna, seorang gadis yang cukup supel. Ia mengenal siapapun, termasuk Winda. Winda sendiri adalah seorang kakak tingkat yang sangat baik, ia tak pernah terlihat berwajah masam serta lembut sekali (siapapun pasti suka).
            Sebenarnya, Zee sudah lama ingin berkenalan dengan Winda, tapi Zee pemalu dan tidak berani berkenalan. Maka Vinna yang mengenalkan mereka berdua. Seiring berjalannya waktu, Zee dan Winda berteman akrab. Saat itu Zee masih menggunakan jilbab yang transparan, hingga akhirnya Winda memberikan jilbab syari.
            Keesokan harinya, saat Zee menggunakan jilbab yang diberikan Winda. Saat dimana Zee ingin menunjukkan pada Winda bahwa ia sudah berjilbab Syari. Datanglah kabar buruk, Winda meninggal dunia. Sejak saat itu, Zee memutuskan berjilbab syari.

            Jauh langkah
                        Tanpa Arah
                        Terjun dalam duka
                        Bergulir atas puja-puji nista
                        Terbawa arus hingga samudera
                        Hingga...
                        Ambil kaca, sadar tak lagi muda
                        Ada jiwa pinta surga
                        Henti dosa, raih Jannah



            Film ini memberikan pesan bahwa, dakwah tak selalu harus menggurui. Dakwah bisa sangat menyenangkan “Show dont Tell”. Dan berdakwah bisa kapan saja. Dakwah tak mengenal waktu, tak mengenal usia. Berdakwahlah selagi bisa.

            Inilah persembahan ILIFAT  untuk Umat.

Semoga kami bisa membuat rangkaian film-film pendek yang terus menginspirasi. 

1 komentar:

  1. Paragraf ke 2 ada kekurangan ya sepertinya "Misalnya menggunakan jilbab mini atau transparan yang tentu sesuai syariat Islam". mungkin penulis lebih paham

    Maaf untuk koreksinya

    BalasHapus

Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...