Rabu, 10 Agustus 2016

Kepemimpinan BJ Habibie dalam Pengembangan SDM Indonesia

Acara Bedah Buku Habibie The Serries dan Diskusi Publik Menggali Inspirasi dari 80 tahun Habibie adalah salah satu rangkaian acara yg digelar oleh Friends Of Mandiri Museum bersama dengan Pameran Foto #Habibie80 yang berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 20 Agustus di Museum Bank Mandiri, Kota Tua, Jakarta Barat.

Pelaksana acara ini adalah FLP yg tergabung dalam Friends Of Mandiri Museum. Bekerjasama dengan The Habibie Center, Penerbit Tiga Serangkai, Museum Bank Mandiri, Bank Mandiri dan Lembaga kursus Bahasa Asing Euro Management.

Acara ini dimeriahkan dengan hadirnya Bapak Sutanto salah satu tim penulis Habibie series, hadir pula Bapak Andi M.Makka, mantan Pemred Harian Republika yang kini menjadi pegiat dari Habibie Center.
Hadir pula Ir. Susanto Sukardi, beliau berbicara soal Industri Perkapalan.
Hadir juga Dr.Ir.Wendi Aritenang, Staff Ahli Dephub.
Dr.Ir. Nurmahmudi Ismail, Mantan Menteri Kehutanan dan Walikota Depok.
Hadir jua, Dr.Ir.Bambang Setiadi, Mantan Ketua BSN sekarang Ketua Dewan Riset Nasional.
***
Menurut BJ Habibie, nasib sebuah bangsa di tentukan oleh Sumber Daya Manusia yang ada. Karena dengan sumber daya manusia yang baik akan tercipta teknologi yang canggih pula. 
Lembaga pengkajian teknologi dituntut untuk merencanakan dan melaporkan serta mempertanggungjawabkan suatu teknologi.

BJ Habibie merupakan salah satu pemimpin yang mempunyai visi jangka panjang.
Pada tahun 1984 Indonesia perlu transformasi teknologi diantaranya Industri Dirgantara, transportasi darat, energi dan pertahanan.
Menurut Bapak Dr.Ir.Bambang Setiyadi ada beberapa testimoni tentang kepemimpinan Bapak Habibie.
Diantaranya,
1. Bekerja Harus, Berdoa juga Harus.
Sebagai manusia yang beriman kita wajib berikhtiar semaksimal mungkin untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jangan lupa berdoa agar semakin dekat dengan Tuhan.

2. Tanggungjawab Profesional, Ilmuwan Bukan Pekerjaan tapi Sikap.
Setiap kita harus bekerja secara profesional tapi menjadi ilmuwan bukanlah suatu pekerjaan tapi merupakan sikap yang harus dimiliki.

3. Teknokrat Mengayomi.
Teknokrat harus seperti PLN, siap melayani.

4. Kerjasama Internasional itu perlu.
Untuk membangun teknologi yang canggih, jika kita mempunyai keterbatasan dalam membuat suatu teknologi tak ada salahnya kita membangun kerjasama dengan negara lain.

5. Jangan sentuh SDA apapun kalau kita belum menguasai SDA itu.
Tidak semua SDA bisa diperbaharui. Jadi untuk menggunakan SDA kita harus pintar-pintar memanfaatkannya. Jangan asal. Harus ada ilmunya.

6. Sederhanakan model masalahnya.
Apapun yang terjadi kita harus optimis. Sederhanakan masalahnya. Agar tercipta teknologi yang canggih.

7. Penghargaan itu akibat kerja keras.
Setiap kita yang mendapatkan penghargaan adalah karena kerja keras kita selama ini. Penghargaan tidak akan muncul tiba-tiba tanpa usaha apapun.

8. Kalau kita menguasai teknologi, kita akan makmur.
9. Perhatikan hubungan SDM-Riset-Industri dan Stabilitas ekonomi.
Manfaatkan Sumber Daya Manusia yang ada dikolaborasikan dengan riset dan dihubungkan dengan industri dan stabilitas ekonomi.

10. Jangan berhenti berfikir, meskipun anda Pensiun
Selama hayat masih dikandung badan, tak ada salahnya kita terus berfikir untuk membuat teknologi baru. Sebab teknologi terus berkembang seiring berkembangnya zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...