Rabu, 23 Agustus 2017

Poligami : Antara Nafsu dan Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim.
Sesungguhnya saya berlindung kepada Allah dari segala ujian makhluk-Nya.
Sebelumnya mohon maaf jika postingan saya kali ini agak sensitif yaa. Sebenarnya postingan ini sudah ada draftnya bahkan kurang lebih setahun sebelum nikah hehehe :D
Jadi, saya menulis ini bukan karena beritanya lagi hits banget. Bukan. Tapi tiba-tiba semalam saya diskusi tentang poligami mengenai boleh dan tidaknya. Hukumnya serta baik-buruknya. 
Mohon doa, semoga Allah menjaga saya dan suami.
Jikapun dengan izin Allah, terjadi hal-hal yang tidak saya inginkan. Maka mohon doa semoga Allah selalu menjaga suamiku dari godaan wanita-wanita nista yang kurang solehah.



*****
Wanita (An-Nisā'):1 - Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Wanita (An-Nisā'):2 - Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
Wanita (An-Nisā'):3 - Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Di dalam kitab suci Alquran jelas sekali ya tentang poligami. Namun bisa dibaca yaa dari Q.S. An-Nisa : 1-3 yaa. 
Izinkan saya mengemukakan pendapat tentang isi ayat-ayat tersebut. Maka saya jabarkan dari ayat satu yaa.

Berikut pendapatku, mohon maaf ilmuku masih pendek sekali. Maka jika ada kesalahan tolong diberitahukan yaa. Bisa melalui pos-el yang ada di bio.
Q.S. An-Nisa : 1
1) Tentang bertakwa kepada Allah, yang telah menciptakan manusia seorang diri. Kemudian Allah ciptakan wanita untuk menemani.
2) Tentang menciptakan keturunan.
3) Menjaga silatuhmi.
4) Untuk pengingat bahwa Allah selalu menjaga dan mengawasi kita.

Q.S. An-Nisa : 2
1) Memberikan harta anak yatim setelah mereka baligh.
2) Jangan menukar apalagi memakan harta anak yatim karena termasuk dosa besar.

Q.S. An-Nisa : 3
1) Jika tidak dapat berlaku adil, maksudnya mungkin jika tidak bisa memenuhi hak-haknya. Maka diperbolehkan menikahi wanita-wanita lain.
2) Diperbolehkan menikahi wanita-wanita lain yang disenangi : dua, tiga, atau empat. Please maksimal empat yaa jangan kemaruk minta nikahin sampai dua puluh. Bhay...
3) Nah, kalau sekiranya punya istri satu aja udah kewalahan. Maksudnya nggak semua kebutuhan istri bisa dipenuhi tapi terus-terusan meminta kepada istri diluar kemampuan istri. Jangan egois. Di ayat ini jelas banget. Jika tidak mampu berlaku adil, maka NIKAHI SATU SAJA.
4) Menikahi satu perempuan lebih dekat untuk tidak berbuat dzalim.

*****


Terus Kalau Saya mau Poligami, Gimana?
Poligami hukumnya mubah/boleh. Menurut saya hukumnya lebih dekat ke mubah ya daripada sunnah. Boleh yaa share ke saya kalau tahu hadits tentang sunnahnya poligami.
Intinya saya cuma mau bilang, saya tidak mau mengharamkan apa yang telah Allah halalkan. 

Tapi, bolehkan saya share pendapat?
Kalau bapak-bapak mau poligami ya silahkan. Hukumnya kan boleh. Tapi menurut saya halal dengan syarat dan ketentuan berbeda dari setiap pasangan.

Misal, punya gaji cuma 5jutaan, kebutuhan pokok 5,5 juta. Tapi ya rejekinya mah ada aja dari jalan tidak terduga-duga.
Terus mau nikah lagi, sekaligus dua wanita. Jadilah istrinya tiga. Anggaplah kebutuhan istri sama-sama 5,5 juta. Yaa logikanya, sebulan abis 16,5 juta. 
Eta terangkanlah bapak-bapak gimana caranya nafkahi istri kalau penghasilan 'cuma' segitu?
Itu istri disuruh kerja? Nyari nafkah sendiri? Lah terus bapak nikahin dia buat apaaa? Buat ena-ena doang? Terjebak karena kecantikan wajahnya. Bhay pak! Mungkin pintu neraka langsung terbuka lebar tuh buat bapak. Karena apa? Karena mungkin bapak dzalim sama istri-istri bapak. Berbuat aniaya.


Mbak Fajar, saya dinas diluar kota. Jauh sama istri, nah daripada saya zina mending saya poligami.
Hahaha... eta terangkanlah pak. Itu kenapa istrinya ngga dibawa aja?
Kalau misal istrinya kerja, yaudah suruh berhenti aja. Tunjukkan kalau bapak bisa memberikan semua yang istri bapak butuhkan. Mulai dari pangan, sandang, papan dan liburan.
Kalau istri bapak bilangnya, "yah kalau aku ngga kerja, aku gimana sosialisasi sama orang lain? Gimana aku mengaktualisasikan diri?"
Kan bapak penghasilannya banyak, bisa kali pak memfasilitasi istri bapak. Minta istri bapak ikut komunitas sesuai minatnya. Sesekali bayarin seminar-seminar yang dia sukai. Buat saya, selesai perkara.
FYI, Alhamdulillah suami ngga rewel kalau masalah untuk saya berkembang lebih baik. Maksudnya kalau ada kegiatan positif silahkan di jalani. Malah kadang dia yang rempong menyiapkan semuanya.

 

Tapi mbak Fajar, istri saya mah jarang banget masak. Hampir setiap hari saya makan diluar.
Kenapa istri bapak jarang masak? Soalnya istri bapak kerja. Ya namanya orang kerja, waktunya tersita banget. Kerja kantoran mah capek pak. Bapak kan merasakan sendiri. Kalau pulang kerja maunya langsung istirahat. Terus bapak tega gitu sama istri bapak? Abis kerja capek sampai rumah harus ngurus hal-hal lalala yeyeye dirumah? Terus anak rewel. Istri bapak gendong-gendong anak. Lah bapak asik molor. Sungguh bapak mah teganya kebangetan.
Istri bapak bisa tidur sejam juga udah bahagia banget itu pak. 
Bapak mah gatau kan kalau istri bapak ngga tidur? Preetlah.
Selama ini bapak bantu apa buat urusan domestik rumah tangga? Ngga ada kan? Nyapu aja gamau. Udah minta macam-macam. 
Rumah tangga itu dibangun bersama, pak. Kalau dibangun sendiri mungkin namanya jadi tangga aja atau apalah namanya. Saya nggak tauu.
Kalau gitu, istrinya suruh berhenti kerja. Bayarin kursus masak jika dirasa perlu. InsyaaAllah, istri bapak tiap hari masak deh. Sekalian bapak modalin buat beli peralatan dan bahan-bahan masaknya. Sehari sejuta cukuplah pak. (Ini mau masak buat serumah apa se-RT pak?)
Kalau bapak belum coba udah bilang nggak mungkin. Tandanya bapak menyerah sebelum berikhtiar. Bhay...
Mohon jangan jadikan alasan istri nggak bisa masak untuk alasan poligami.
Masak itu menurut saya naluri perempuan. Kalau terbiasa yaa bisa. 
Bisa juga bapak yang belajar masak ya, biar nggak beli terus diluar. Adil kan?
Sekalian pak bilang sama istri, "udah dek, aku yang masak sama cuci pakaian sekaligus nyapu sama ngepel rumah. Sisanya kamu yaa. Tapi kalau masalah anak, jadi urusan bersama ya".



Mbak Fajar, menurut saya poligami nggak perlu izin istri pertama loh.
Menurut saya, HARUS izin sama istri pertama. Buat saya ini ADAB Poligami. *Tsah.. kibas jilbab.
Karena kalaupun misal bapak sampai poligami, terus istri pertama nggak tau. Ehh besoknya tetangga sebelah rumah lihat bapak sama istri kedua. Pasti pak itu tetangga bapak fikirannya langsung, "astagfirullah eta si bapak setiap shalat di masjid. Kajian dari wajib sampai yang sunnah nggak ketinggalan. Ehh sekarang mesra-mesraan sama perempuan lain"
Nah itu kalau si tetangga langsung bilang sama istri pertama bapak gimana? Sementara dia nggak tau kalau bapak poligami? Sakit kali pak rasanya kayak dengar anak bapak bilang, "Pak pokoknya saya mau bapak mati sekarang". Rasain lu wkwk...
Ya minimal kalau istri tau, dia bisa jaga harga diri bapak.
Kalau bapak ngga bilang, apa bedanya dengan bapak selingkuh.



Saya nggak mau tau mbak, pokoknya saya mau poligami.
Yaa terserah itu mah pak. Hak bapak. Saya kan tidak mengharamkan.



Terus mbak, gimana caranya biar saya poligami?
Yaa atuhlah bapak jangan nanya saya. Saya juga perempuan pak. Ampun deh pak. Tapi yaudah saya kasih beberapa tips yaaa.
1) Minta petunjuk dari Allah lewat istikhoroh. Jawaban istikhoroh InsyaaAllah baik. Tapi jawabannya yang benar jangan karena nafsu.
2) Izin sama istri pertama. Sumpah pak, ini penting banget. Guna menghindari percikan-percikan yang luar biasa. Ibaratnya tak kenal maka tak sayang. Sekalian minta dicarikan pak kalau perlu.
3) Izin sama orang tua dan mertua. Ini penting? Penting dong pak. Jadi anak harus jujur. Jadi kalau istri pertama bapak mengalami tekanan. Bisa segera diatasi. 
Ini sambil bapak berimajinasi, bapak punya anak perempuan. Kemudian menantu bapak bilang ke bapak, "Bodo amat pak, saya mau nikah lagi. Saya nggak puas sama anak bapak. Soalnya anak bapak dirumah dasteran mulu". Itu menantu pengen bapak apain kira-kiraa?
Dia ngasih duit juga nggak seberapa. Anak bapak disuruh kerja keras sendiri. Eh istrinya dirumah pakai daster marah.
4) Izin sama calon mertua istri kedua. Kira-kira mereka mengizinkan anaknya jadi madu nggak?
5) Cari istri kedua yang solehah. Percaya pak sama saya. Kalau dia wanita baik-baik, minimal dia minta ketemu sama istri pertama bapak. Minta izin, ngomong baik-baik.
6) Kalau perempuan yang bapak incar ternyata mau diajak main belakang. Tinggalkan segera. Fix dia bukan wanita solehah yang rela menyakiti hati saudaranya.

*****


Cukup sekian tulisan recehku tentang poligami yaa. Pegal juga yaa ngetik dan mikirnya. Ini murni pemikiranku.
Semoga bukan karena nafsu semata.
Semoga Allah selalu menjaga rumah tangga kita semua.
Aku titipkan suami dan masa depanku kepada Sang Maha Memiliki. 
Mohon di maafkan atas segala khilaf yaa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kusta, Pencegahan dan Dinamika Perawatannya

Kusta merupakan penyakit yang sudah ada sejak dulu yang disebabkan oleh kuman  Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh   Mycobacterium le...