Minggu, 08 Oktober 2017

IRI? Buat apa!

Pernah nggak sih kita merasa iri dengan yang  orang lain dapatkan. Yaa mungkin sebagian orang pernah merasa gitu. 
Saya bahkan beberapa kali merasa iri dengan orang lain.Menurut saya wajarlah yaa namanya juga manusia biasa. Ada satu titik dimana kita merasa lebih tidak beruntung seperti orang lain. Namun jangan lupa pula, bahwa kita pasti di titipkan sesuatu yang membuat kita bersyukur lebih banyak dari orang lain.

Pada hakikatnya manusia memiliki rasa memiliki yang terlalu. Sehingga pada suatu masa akan ada rasa ingin memiliki seperti yang orang lain punya. Dalam menyikapi hidup, bagi saya kuncinya cuma dua. Bersabar dan bersyukur.
Dimana sabar di perlukan untuk menangkis semua rasa iri yang menghujam. Sementara syukur diperlukan untuk menenangkan  batin agar tidak sombong.

Kita seringkali iri bukan karena tidak mampu membeli atau memiliki apa yang orang lain punya. Namun kita iri karena tidak mensyukuri apa yang kita miliki. Sejauh kita tidak dapat bersyukur, sepanjang itu pula kita tidak dapat menahan iri.

Masing-masing kita punya zona waktunya sendiri. Hal ini tidak dapat di sandingkan dengan milik orang lain. Kita punya tanggungjawab atas beberapa skenario hidup yang telah Allah tulis untuk kita. Jadi ya sudah, jalani saja peran kita sendiri,
Toh, tugas kita hanya satu. Yaitu taat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...