Sabtu, 02 Juni 2018

Hubungan Seksual Setelah Menikah

Dulu sebelum nikah,  mikirnya tuh kalau setiap hari bakal melakukan hubungan seksual. 
Why?  Karena aku mikirnya yang melakukan pranikah aja banyak,  gimana yang halal?

Kenyataannya?  Enggak juga tuh.
Bahkan kadang ada beberapa pasangan yang berhubungan sebulan sekali atau pas lagi pengen banget.
Entah ini mau punya anak atau nggak.  Kok kayaknya nggak ada serius-seriusnya menjalani kehidupan cinta yang asik itu.

Kemarin salah seorang teman bercerita bahwa selama dua bulan pernikahannya.  Ia amat jarang melakukan hubungan seksual.  Pertama,  karena ia tinggal bareng mertua.  Dimana bakal rikuh banget kalau mau melakukan itu.  Malu dan lain sebagainya.
Kedua,  karena belum terbiasa dengan ritme hidup yang baru.
Ketiga,  belum terlalu bersemangat.

Entah kenapa di poin satu,  dimana aku pernah mengalami tinggal bareng mertua.  Emang ada benarnya juga.  Kita bakalan rikuh karena kan malu kalau tiba-tiba tengah malam ke kamar mandi. 
Takut mertua mikir yang macam-macamlah intinya. 
Selain itu takut mengganggu mertua yang lagi istirahat.

Berhubungan seksual kadang perlu tempat yang nyaman dan kondisi yang kondusif. 
Bila perlu liburan ke luar kota atau luar negeri jika memang sengaja ingin program punya anak. Dan menginginkan kondisi yang menyenangkan versi kita sendiri.

Hubungan seksual bukan hanya milik pria.  Namun juga milik wanita.  Dimana keduanya harus sama-sama menikmati hal tersebut. 
Menurutku,  nggak bisa yang satunya puas. Sementara yang lainnya tersiksa. 
Banyak hal yang harus di komunikasikan.
Diantaranya,  berapa lama foreplay dan area sensitif yang boleh banget di jamah.
Hal-hal tersebut bisa dikomunikasikan dengan pasangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kusta, Pencegahan dan Dinamika Perawatannya

Kusta merupakan penyakit yang sudah ada sejak dulu yang disebabkan oleh kuman  Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh   Mycobacterium le...