Sabtu, 25 Agustus 2018

Jalan ini Bernama Perpisahan

Dalam setiap pertemuan tentu menghasilkan banyak hal. Mulai dari tawa bahagia sampai derai air mata.

Namun aku memilih berpisah demi kebaikan kita semua. Demi masa depan yang lebih indah. Dan aku yakin semua bisa terwujud dengan  istimewa.

Aku tahu dan aku menyadari,  bahwa dibalik keputusanku ada sesuatu yang entahlah.
Namun aku selalu percaya dengan janji kehidupan baru. Janji kehidupan yang jauh lebih baik lagi.

Aku bisa jadi yang paling optimis mendengar kabar bahwa akan ada tempat baru. Karena aku percaya ada janji janji kehidupan baru yang entahlah. Namun aku yakin akan bahagia. Dan kini semua itu terbukti nyata

Terimakasih sudah menerimaku dengan penerimaan sebaik-baiknya di tengah segala kurangku.
Terimakasih telah banyak memaklumiku yang banyak sekali alfa dalam kehidupan kalian.

Aku hanyalah manusia yang hanya bisa berencana. Dan sebenarnya rencanaku untuk pergi tidak secepat ini. Namun karena kondisiku yang semakin tak menentu membuatku harus memilih jalan yang sebenarnya aku pun tak suka.

Aku bukan tidak menyayangi kalian. Bukan sama sekali. Namun karena sayangku membuncah dan tak ingin kalian terluka maka aku putuskan untuk pergi lebih awal.

Semoga ketulusan kalian dibalas oleh Allah. Karena apalah aku yang lemah tak berdaya tanpa kuasaNya.
Aku menghaturkan banyak terimakasih atas ilmu kehidupan yang telah kalian ajarkan tanpa aku memintanya.

Maaf karena aku harus pergi lebih dahulu setelah kita merintis bersama. Aku ingat betul saat awal-awal kebersamaan kita.
Dari bertiga, berlima,  bertujuh,  sampai saat ini berlima belas.

Sungguh perjuanganku dimulai dari sini.
Perjuangan kalian dilanjutkan dari sini.

Aku mencintai kalian karena Allah.
Aku pun akan merindukan saat-saat bersama kalian.

Aku akan merindukan saat-saat berdebat dengan kalian. Bersenda gurau serta saat-saat aku melakukan kesalahan dan kalian menegurku.

Aku bahagia pernah ada di tengah-tengah kalian.
Teruntuk kalian yang aku sayangi,  jaga kesehatan. Fisik dan batin.
Sayangi keluarga.
Sayangi badan.
Dan jangan lupa liburan tapi setelah liburan harus lebih bersemangat lagi untuk meraih mimpi.

Salam sayang,

Afika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...