Jumat, 15 Mei 2020

Mengelola Emosi saat Pandemi

Whoaaaaa....
Udah hari ke-berapa nih diam di rumah aja? Rasanya gimana? Sedih dan kesal ya? Karena kok dari kemarin lihat di media sosial banyak yang pada mudik lewat bandara. Apakah pandemi ini sudah selesai di Indonesia?

Duh, kalau terus-terusan melihat semua itu rasanya mau marah terus tapi kan harus sadar bahwa marah tidak menyelesaikan apapun. Justru marah hanya akan menghabiskan energi kita yang sudah sangat terbatas ini. Terbatasnya energi, jungkir balik mood dan pikiran-pikiran negatif yang terus menghantui tidak lain hanya akan semakin membuat kita semakin jauh dari bahagia.

Semakin lama semakin stress karena setiap keluar rumah selalu melihat kenyataan bahwa jalanan kok rame amat. Angkringan penuh amat. Kalau sore jalanan macet terus. Apakah orang-orang itu tidak tau bahwa pandemi Covid 19 belum berakhir? Apakah mereka tidak tahu bahwa populasi yang melakukan tes tidak sebanyak itu? Apakah tidak tahu risiko yang akan ditimbulkan jika positif Covid 19? Serta berbagai problematika lainnya.





Saya tentu tidak punya kekuatan lebih agar orang-orang mau diam di rumah aja. Saya tidak memiliki kewenangan apapun selain marah-marah di media sosial doang. Habis tidak ada solusi yang bisa saya berikan. Saya tentu tidak mampu jika harus menghidupi banyak orang. Saya juga tidak bisa memaksa orang bertahan dengan kondisi kelaparan. Saya tidak bisa.

Saya tidak bisa membantu seluruh pedagang yang omzetnya jelas terjun bebas karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tentu saya juga tidak bisa membantu seluruh driver ojek online untuk menanggung keluarga mereka. Saya hanya bisa berdoa, hanya itu kekuatan terbesar saya saat  ini.

Saya tahu, rasanya pasti bosan banget. Bahkan saya sudah re-charging emosi berkali-kali. Ada saat-saat saya udah enggak sanggup banget. Capek banget. Hal yang bisa saya lakukan hanya menangis dan marah-marah. Jujur aja, awalnya saya baik-baik aja. Karena yaudahlah yaa saya udah biasa kan di dalam kamar terus. Eh, pas sekalinya keluar pintu rumah buat tutup pagar, kok lihat tetangga dekat rumah bawa pacarnya. Hari itu, saya patah beneran. Jadi apa gunanya saya berdiam diri eh orang-orang masih keliling menyebarkan virus-virus kebodohan eh maksudnya virus corona. Bahkan kemarin, ada yang bikin pengajian dirumahnya. Mengumpulkan banyak orang. Saya udah mau ngamuk beneran rasanya.

Wahai anak-anak muda, apa gunanya anda kerja menguras tenaga untuk beli smartphone mahal eh enggak dipakai untuk mencari berbagai informasi yang berguna. Smartphone mahal kalian seharusnya tidak dibeli hanya untuk dipamerkan.



Jadi, daripada kesal terus. Mari kita pikirkan berbagai ide yang dapat dilakukan di rumah aja saat pandemi ini. Antara lain :


  • Mendekatkan diri kepada Allah

Jika selama ini kita beribadah seadanya, sesukanya, bahkan sesempatnya. Maka momen Ramadhan dirumah aja menjadi kolaborasi yang sangat menguntungkan. Dimana anda bisa menikmati kepuasan spiritual lebih dekat dengan Allah dengan waktu yang amat luang.

  • Mengikuti Kelas Daring (Online Class)

Anda bisa mengikuti banyak kelas yang diselenggarakan berbagai pihak. Ada yang melalui whatsapp, zoom, Instagram live, dan lain sebagainya.

  • Belajar Memasak

Buat anda yang ingin sekali belajar masak tapi selama ini enggak pernah sempat karena jadwal kerja atau kuliah yang padat, maka ini adalah kesempatan emas. Anda bisa bereksperimen dengan segala yang anda suka. Apalagi ditengah pandemi membeli makanan diluar juga sangat berisiko. Maka, masak sendiri adalah pilihan yang baik.
  • Menyambung Silaturahmi

Jika selama ini tidak ada waktu untuk menghubungi sanak family atau teman lama. Ini merupakan salah satu waktu yang tepat. Tapi ya enggak perlu juga menghubungi alumni hati (re : mantan). Angkatlah smartphone anda, cari kontak orang yang akan anda hubungi, lalu kirimkanlah pesan melalui whatsapp atau videocall.

  • Menata Ulang Rumah


Kalau udah bingung banget. Anda bisa mendekorasi ulang rumah anda. Atau sekadar mengubah letak lemari. Membereskan barang-barang yang tidak terpakai, dan lain sebagainya. Anda tidak harus membeli barang-barang baru, namun berkreasilah dengan apa yang anda miliki.


Saat seperti ini, hal yang paling memungkinkan adalah membahagiakan diri sendiri tanpa mengorbankan orang lain. Sampai saat ini, setidaknya diam dirumah aja adalah pilihan yang baik. Tidak perlu merasa iri dengan orang-orang bodoh yang terus menerus membahayakan anda.Ya, mereka emang bisa jalan-jalan, bikin pengajian di rumah dengan mengumpulkan banyak orang, tapi yaa mana tau mereka-mereka itu akan mati besok. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...