Selasa, 22 September 2020

About Love, Children and Privilage

Bagi saya, menikah adalah ibadah. Tentu saja di awal pernikahan saya berharap Allah memberikan kesempatan yang cepat untuk memiliki buah hati. Namun hingga satu tahun pernikahan, belum ada kabar apapun dari rahim saya sendiri. 

Saat itu, saya memutuskan untuk melakukan program hamil yang serius dengan salah satu Obgyn di kota tempat tinggal saya. Waktu, tenaga, tentu saja harta banyak yang saya korbankan. Saya sadar betul, saat itu saya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Berbagai jalan saya tempuh dengan bahagia, melambungkan harapan yang semoga tak pernah sia-sia.

Hingga akhirnya di suatu sore, saya harus kehilangan harapan itu. Ada sesuatu yang saya sendiri tidak tau apa penyebabnya. Tidak elok pula menyalahkan siapapun. Jujur, hari itu saya dilanda kesedihan yang cukup panjang. Saat itu, saya merasa bahwa pernikahan adalah hal yang paling sia-sia saya lakukan. 

Resty


Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...