Rabu, 25 Agustus 2021

Oh, Ternyata ini Rasanya Hidup Tanpa Privilage??

Terlahir dengan suatu latar belakang tentu bukan pilihanku sendiri. Semuanya bahkan sudah ditentukan jauh sekali sebelum aku dilahirkan. Kalau ditanya, aku maunya lahir dengan latar belakang keluarga yang sempurna, tanpa cacat dan cela. Hingga aku tidak perlu merasakan dicaci dan dihina seolah tak punya muka. Seakan, akulah insan paling berdosa. Namun sejauh apapun khayalan itu, aku sangat bersyukur dengan hidup yang sudah dan akan aku lalui.

Aku tahu, semua orang lahir dengan cerita bahagia dan ujiannya masing-masing. Entah kenapa, kadang aku merasa semua yang aku dapatkan sangat tidak adil. Kadang, aku pura-pura bahagia, pura-pura baik-baik saja. Bahkan dari orang terdekat, baik itu keluarga ataupun pasangan. Aku tahu, hidupku kadang seru, tapi kadang seru banget. Tidak jarang, pundakku bertambah berat saat ada masalah yang tak kunjung selesai.


Minggu, 15 Agustus 2021

Perjalananku dan si Covid-19

Finally, setelah setahun lebih taat pada protokol kesehatan dan baik-baik saja, akhir Juni lalu, untuk pertama kalinya aku mengalami gejala Covid-19. Jujur enggak pernah menyangka. Karena aku yakin banget udah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Makan yang bergizi, minum vitamin, berjemur dan olahraga.

Menghadapi si Covid ini penuh banget drama. Udahlah badan sakit, suami juga sakit, eh masih harus drama cari tempat isolasi. Entah kenapa gemas banget sama suamiku. Karena sejak awal, bahkan jauh sebelum confirm positif Covid, aku pernah bilang "kalau sampai kita berdua positif, aku mungkin enggak bisa kalau harus isolasi di rumah berduaan aja sama kamu. Karena aku bakal stress banget."

Bukan enggak sayang, tapi karena aku paham kondisi aku. Aku mungkin secara fisik sehat-sehat aja. Tapi kalau lihat orang yang satu rumah sama aku sakit, aku stress banget. Maka aku meminta gak tersebut pada suamiku. Bukan enggak mau mengurusnya ketika sakit, tapi kalau sama-sama sakit mau bagaimana?



Menjadi Manusia dengan Rasa

Saya sadar dan tahu bahwa kita semua memang terlahir sebagai manusia yang suci dan tidak tahu apa-apa. Layaknya manusia baru pasti tidak men...