Rabu, 19 Januari 2022

Haloo, 2022

Alhamdulillah saya masih diberikan umur yang panjang untuk bisa menikmati kehidupan yang baru di 2022. Saya bersyukur sekali masih bisa ada disini dan tentunya nanti akan membangun cerita kehidupan baru, apapun ceritanya saya berusaha sekuat hati menerima dengan lapang dada dan hati yang ikhlas. Karena hati yang ridho tak jarang memberikan efek positif terhadap apa yang akan dilakukan ke depannya.

Resolusi 2022? Jujur sampai saat ini belum berpikir terlalu jauh, cuma mau lebih sehat baik mental maupun fisik juga finansial. Menyelesaikan studi dengan baik dan mau mulai untuk hidup seimbang. Karena dua tahun pandemi mengubah banyak hal dalam hidupku. Selama pandemi, kerjaannya kerja terus sampai 'duh kapan nih tidurnya?' tapi pas dapat istirahat, jadi tidur terus dan yaudah nggak melakukan aktivitas apapun.


Harapan terbesar saya, lebih sehat secara fisik dulu deh setidaknya, semoga di 2022 enggak ada lagi itu kontrol 10 hari sekali. Cukup yaa di 2021 yang penuh perjuangan. Karena setelah dijalani, capek banget loh bolak-balik rumah sakit. Belum lagi orang ngomong itu ini. Bahkan ada loh yang bilang, "awas kamu nanti dibisnisin sama rumah sakit." Padahal ya memang bisnis, emang pada nggak tau? 

Untuk hal pekerjaan, sedikit banyak saya masih mencintai pola seperti ini. Bisa bekerja secara remote adalah cita-cita saya sejak kecil, tentunya dengan berbagai peraturan yang bisa saya toleransi. Bukan tidak menyukai pekerjaan yang harus meninggalkan rumah atau office hour. Namun sebagai perempuan yang sudah menikah, ditambah lagi sedang melanjutkan studi, tentu keseimbangan adalah yang utama. Tak apa bekerja dari rumah asal yaa setidaknya total fee yang diterima hampir setara UMR Bekasi. Saya pengen banget work-life balance.

Saya suka sekali keluar rumah bertemu dengan banyak orang. Di masa lalu, sudah saya buktikan dengan aktifnya saya diberbagai kegiatan. Mulai dari komunitas yang mengasah bakat saya hingga komunitas sosial. Sepertinya semua komunitas yang saya suka, saya ikuti. Jadi, bagi saya sudah cukup.

Oh iya, hal paling penting, saya ingin menjalani hidup dengan lebih mindful. Selama saya sudah berusaha secara maksimal, apapun hasinya biar Allah yang kasih jalan. Nggak mau marah cuma karena pulpen hilang. Nggak mau dendam cuma karena nggak diajak pergi. Yang terpenting, gausah sembunyi-sembunyi kalau mau jalan-jalan. 

Harapan saya, nggak ada lagi itu drama nagih-nagih fee. Malu banget rasanya udah kayak ngemis padahal itu hak saya. Cukup bagi saya 'mengemis' hak saya, cukup sekali dan jangan pernah lagi. Sisanya, nurut kagem dalane gusti.


***
Flashback 2021

Terima kasih buat 2021, karena akhirnya saya menyadari setiap ikhtiar pasti ada jalan keluar. Setiap usaha pasti ada hasilnya, di dunia ini sedikitpun tidak ada yang sia-sia. Saya yakin perjuangan saya tidak pernah berhenti begitu saja. Jika hasilnya tidak saya terima saat ini, semoga nanti akan ada waktunya saya menerima kama baik dari perbuatan saya di masa lalu.

Terima kasih, karena tanpa saya harus pamer sana sini, tanpa saya harus membela diri secara berlebihan, orang lain bisa menilai sendiri. Tidak penting juga bagaimana penilaian orang lain terhadap saya. Lebih penting terus berbuat baik daripada menyesali nasib karena terpaku dengan apa kata orang.

Terima kasih untuk segala perjuangan, senyum bahagia, semangat hingga air mata yang belum tentu membuat makin dewasa tapi bisalah nambahin cerita buat masa tua. Saya juga menyadari, apa yang saya alami nggak selalu harus saya cari hikmahnya, setidaknya untuk saat ini. Namun jika nanti, lima atau sepuluh tahun lagi saya bisa tersenyum dengan menceritakan hal yang kini saya alami, itu adalah bonus. Lagi-lagi, saya percaya bahwa perjuangan saya tidak pernah sia-sia.

Hal yang paling berkesan di 2021, saya nggak masuk RS untuk opname padahal saya udah set jadwal kemungkinan setahun sekali bisalah nginep di RS. Alhamdulillah 2021 enggak, mungkin karena 2020 udah rapel kali yaa nginepnya sampai sebulan hehehe
Tapi yaaa, 2021 ke RS masih seminggu sekali sampai Oktober lalu, kemudian baru ketemu dokter lagi di Desember 2021.
Untuk orang lain mungkin ini bukan pencapaian, tapi bagi saya tidak menginap di rumah sakit adalah hal baik. Tidak di opname bukan karena tidak sakit, tapi saya enggan untuk periksa seperti biasanya, karena saya lelah, saya mau istirahat. Dua tahun ke rumah sakit terus, apa nggak bosan? Bosan sama nunggunya dan bayarnya.

Oh iya, di 2021 saya lebih mengenal diri sendiri. Setidaknya saya tahu apa yang membuat saya batuk sepanjang tahun. Ternyata 'cuma' hipereaktivitas dari faktor-faktor luar. Apa bikin saya gak jajan? Nggaklaah, saya tetap jajan kemana aja yang penting saya suka. Tapi saya jadi tau kode dari tubuh saya, kapan boleh maju, kapan harus berhenti dan kapan lanjut lagi. 

Di 2021, saya juga lebih berani mengemukakan pendapat. Meskipun saya tidak didengar secara menyeluruh, tapi saya yakin hal itu tidak mengurangi nilai saya sebagai manusia dan perempuan. Meskipun beberapa kali saya mendengar pendapat bahwa saya diremehkan, ya tidak apa. Bukan berarti saya menerima tapi yaa untuk apa saya menjelaskan siapa diri saya. Mau saya jelaskan bagaimanapun, semuanya akan percuma.

Diantara sejuta cerita bahagia, saya juga mempunyai cerita sedih. Saya dan suami sempat positif covid dan keadaan kami saat itu tidak bagus-bagus amat. Ya Alhamdulillah aja pokoknya masih diberikan kesempatan hidup hingga saat ini. Hal yang membuat saya sedih, saya kehilangan kerabat yang saya sayangi, ayah dan ibu dari sahabat saja sejak sepuluh tahun lalu. Beliau menganggap saya seperti anaknya sendiri. Saya benar-benar merasa disayang dan dicintai oleh mereka. Saya sedih, karena saya belum bisa membalas apapun. 

Dear 2021, terima kasih untuk semuanyaaa

***
Hai 2022, mari bekerja sama untuk meraih apa saja yang belum tercapai. Kuncinya dengan ikhtiar dan iman yang maksimal. Hasilnya biar 'tangan' Tuhan yang bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kusta, Pencegahan dan Dinamika Perawatannya

Kusta merupakan penyakit yang sudah ada sejak dulu yang disebabkan oleh kuman  Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh   Mycobacterium le...